Assalamualaikum Wr. Wb

Minggu, 21 September 2014

Makalah KIMIA SMA Kelas XII



KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atasa berkat dan Rahmat-Nya. Kami dapat menyelesaikan Karya tulis ilmiah ini yang ditulis dalam bentuk makalah.
Makalah ini membahas tentang Kelimpahan Unsur di Alam dan Sifat-sifatnya.
Pada kesempatan ini juga, penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya Kepada Yth:
1.        Bapak Paulus Joko Prayitno, S.Pd, MM selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Ledo
2.        Ibu Merry Yanti, S.Pd selaku guru pembimbing, guru Kimia

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kritik dan Saran yang bersifat membangun senantiasa penulis harapkan.

Akhirnya penulis berharap semoga karya ilmiah (makalah) ini dapat bermanfaat bagi Kita semua.








                                                                                                            Ledo, 3 Oktober2012



                                                                                                            Penulis





DAFTAR ISI


Kata Pengantar ..........................................................................................................................1
Daftar Isi ....................................................................................................................................2
Pendahuluan ..............................................................................................................................3
Bab I Kelimpahan Unsur di Alam dan Produk Unsur
a.         Kelimpahan Unsur Utama ...........................................................................................4
b.         Kelimpahan Unsur Transisi .........................................................................................6
c.         Produk Yang Mengandung Unsur dan Transisi ..........................................................7
Bab II Sifat Unsur
a.         Sifat – Sifat Unsur Utama ...........................................................................................8
b.         Sifat Unsur Transisi Pada Periode Keempat .............................................................19
Bab III Kesimpulan dan Saran
a.         Kesimpulan ...............................................................................................................22
b.         Saran ..........................................................................................................................22
Daftar Pustaka .........................................................................................................................23






















PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Pada tahun 1914, Henry Moseley mempelajari Sinar-X yang mempunyai panjang gelombang tertentu, dan mengemukakan bahwa sifat fisis dan Kimia suatu unsur merupakan fungsi periodik atomnya. Selanjutnya Moseley mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan sifat fisis dan Kimia yang diurutkan berdasarkan kenaikan nomor atom.
Pengelompokan ini dikenal dengan sistem periodik Modern yang dikenal sebagai sistem periodik bentuk panjang. Sistem periodik ini terdiri dari dua hal yaitu golongan (lajur vertikal) dan periode (lajur horizontal).
 Hal ini satu periode unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya dan dalam satu golongan unsur disusun berdasarkan kemiripan sifat.


1.2  Tujuan
Ø  Mengidentifikasi Kelimpahan Unsur-unsur utama dan transisi di Alam dan Produk yang mengandung unsur tersebut
Ø  Mendeskripsikan kecendrungan sifat fisis dan Kimia unsur utama dan transisi.















BAB I
KELIMPAHAN UNSUR DI ALAM DAN PRODUK UNSUR

A.       Kelimpahan Unsur Utama
Kelimpahan unsur merupakan suatu benda yang mempunyai banyak bagian dalam sel. Unsur Kimia merupakan zat-zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat yang lebih sederhan dengan reaksi-reaksi yang biasa. Unsur utama adalah unsur yang mempunyai elektron terakhir pada sub kulit S atau sub kulit P pada sistem periodik.
1.    Kelimpahan Unsur-unsur di Kerak Bumi
Inti dalam bumi terdiri atas unsur-unsur kimia, terutama dalam bentuk padatan besi (Fe) dan nikel (Ni). Inti luar terutama terdiri atas besi (Fe) dan Nikel (Ni) cair atau lelehan; mantel terutama terdiri atas lelehan silikon, magnesium, dan beberapa oksida; sedangkan kerak terdiri atas banyak unsur-unsur ringan seperti silikon, alumunium, kalsium, kalium, natrium, dan oksigen.

Tabel Kelimpahan Unsur-Unsur di Kerak Bumi(dalam persen massa)
Unsur
Kelimpahan
Unsur
Kelimpahan
Oksigen
49,20
Klor
0,19
Silikon
25,67
Fosfor
0,11
Aluminium
7,50
Mangan
0,09
Besi
4,71
Karbon
0,08
Kalsium
3,39
Belerang
0,06
Natrium
2,63
Barium
0,04
Kalium
2,40
Nitrogen
0,03
Magnesium
1,93
Fluor
0,03
Hidrogen
0,87
Stronsium
0,02
Titanium
0,58
Unsur lain
0,47

Diantara unsur-unsur di dalam kerak bumi tersebut, oksigen merupakan unsur yang paling melimpah. Sementara itu, beberapa nsur yang persen kelimpahannya 0,02% sampai 0,1% merupakan unsur yang jarang ditemukan.

2.    Kelimpahan Unsur-unsur di Atmosfer Bumi
Atosfer merupakan campuran gas-gas yang menyelubungi benda langit tertentu, termasuk bumi yang mempunyai medan gravitasi yang cukup kuat untuk menjaga gas-gas tersebut. Penyusun utama atmosfer bumi adalah nitrogen (78%) dan oksigen (21%). Sementara itu, 1% sisanya adalah argon (0,9%), karbon dioksida (0,03%), uap air yang jumlahnya berfariasi, dan zat-zat lain seperti hidrogen, ozon, metana, karbon monoksida, helium, neon, kripton, serta xenon dengan jumlah yang sangat sedikit.

3.    Kelimpahan Unsur-unsur da Air Laut
Dalam air laut banyak terdapat ion-ion. Beberapa di antara ion yang terdapat dalam air laut tiap 1.000 bagian air laut tersebut adalah natrium (10,5 bagian), magnesium (1,3 bagian), kalsium (0,4 bagian), kalium (0,4 bagian), klorida (19 bagian), dan sulfat (2,6 bagian). Ion-ion ini terdapat dalam air laut dengan ion-ion lain seperti bromida, bikarbonat, dan silika. Selain itu, juga terdapat karbon, nitrogen, fosfor, dan oksigen sebagai yang terpenting dalam kehidupan.

4.    Kelimpahan Unsur-unsur Dalam Tubuh Manusia
Tubuh manusia tersusun atas jenis unsur yaitu : oksigen, karbon, hidrogen dll. Salah satu unsur yang dibutuhkan oleh manusia adalah Oksigen. Hal ini karena oksigen merupkan unsur yang paling penting untuk proses pernafasan, tidak hanya untuk manusia tetapi hewan dan tumbuhan.

Berikut ini presentase kelimpahan unsur-unsur dalam tubuh manusia.
Unsur
Banyaknya (dalam %)
Nitrogen
Fosfor
Hidrogen
Karbon
Kalsium
Oksigen
Lain-lain
3%
1%
10%
18%
1%
65%
2%

Unsur utama meliputi 8 golongan sebagai berikut yang banyak ditemukan dalam alam antara lain :
1.      Golongan Alkali (IA)
Paling banyak terdapat dalam senyawa Natrium dan Kalium. Natrium berupa NaCl, natron (Na2CO3.10H2O), kriolit (Na3AlF6), sendawa cili(NaNO3), albit (Na2O.Al2O3.3SiO2) dan boraks (Na2B4)7.10H2O). kalium berupa silfit (KCL) karnalit (KCL.MgCl2.6H2O) sendawa (KNO3) dan felspar.
Identifikasi logam alkali dengan menggunakan uji nyala, yaitu : Li (nyala merah), Na (nyala kuning), K (nyala ungu), Rb (nyala merah) dan Cs (nyala biru).

2.         Golongan Alkali Tanah (IIA)
Kalsium dialam berupa batu pualam (CaCO3) dan gips (CaSO4.2H2O) maknesium berupa maknesit MgCO3 dan kiserit.
Identifikasi logam alkali tanah dilakukan dengan uji nyala, yaitu : Be (nyala putih), Mg (nyala putih), Ca (nyala merah), Sr (nyala merah tua), dan Ba (nyala hijau).

3.         Golongan Boron (IIIA)
Aluminium banyak ditemukan berupa mineral buksit dan triolit. Identifikasi aluminium dilakukan dengan melarutkannya kedalam NaOH pekat.

4.         Golongan Karbon (IV A)
Karbon dialam banyak berupa arang, garifit dan intan. Silika terdapat pada batu api, baiduri, tanah liat, asbes, dan mika.

5.         Nitrogen (V A)
Nitrogen banyak terdapat diudara, selain itu juga didapat dari KNO3 dan NaNO3. Pospor berupa batuan fosforit dan fluoroapatit.

6.         Golongan Oksigen (VI A)
Udara mengandung 20,94 % Oksigen. Belerang berupa garam-garam sulfina (S2-) atau sulfat (SO42-) dan terdapat pada gas alam, minyak bumi serta batu bara.

7.         Golongan Halogen (VII A)
Mineral-mineral halogen banyak ditemukan dalam bentuk senyawa halida yaitu : flu orspar, kriolid, air laut, natrium iodat dan natrium iodin. Identifikasi senyawa halogen ada beberapa cara sebagai berikut :
a.         Identifikasi florin ditambah air kuning muda
b.        Identifikasi klorin ditambah air berwarna hijau muda
c.         Identifikasi bromin ditambah air berwarna coklat kemerahan
d.        Identifikasi iodin ditambah air berwarna coklat

8.         Gas Mulia (VIII A)
Unsur-unsur yang termasuk dalam gas mulia adalah helium, neon, argon, kripton, xenon, dan radon.

B.       Kelimpahan Unsur Transisi
Unsur transisi adalah unsur yang terletak pada daerah peralihan antara bagian kiri dan kanan pada sistem periodik. Unsur-unsur tersebut mempunyai elektron terakhir pada sub kulit B.
Unsur transisi terdiri dari semua unsur yang terdapat pada golongan IB, IIB, IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIIB.
Semua unsur transisi merupakan unsur logam kecuali Cu.

Unsur transis dalam bentuk mineral banyak ditemukan dialam seperti tabel berikut :
Unsur
Mineral da Alam
Rumus Kimia
Sc (sakadium)
Ti (titanium)

V (vanadium)
Cr (kromium)
Mn (mangan)
Fe (besi)





Co (kobalt)
Ni (nikel)

Cu (tembaga)

Zn (seng)
Jarang ditemukan
Rutil
Ilmenit
Vanadit
Kromit
Pirolusit
Hematit
Magnetit
Limonit
Siderit
Pirit
Ilmetit
Kobaltit
Pentlandit
Garnerit
Kalkopirit
Kalkosit
Seng blende
-
TiO2
FeTiO3
Pb3(VO4)2
FeCr2O4
MnO2
Fe2O3
Fe2O4
HfeO3
FeCO3
FeS2
FeTiO3
CoAsS
(FeNi)S
H2(NiMg)SiO4.2H2O
CuFeS2
Cu2S
ZnS
C.       Produk Yang Mengandung Unsur Utama dan Transisi

Produk yang mengandung unsur utama

Golongan
Unsur
Produk
Alkali
Li
Na
K
Cs
Aliase
Lampu natrium, detergen, soda kue, pewarna
Potosel, karnalit, elektrolit batrai, pupuk
Fotosel
Alkali Tanah
Be
Mg
Ca
Sr
Ba
Ra
Batu mulia, aliase, isolator listrik
Obat mag, garam inggaris
Pembuatan gas etilen
Kembang api
Kembang api, pengisi kertas, serat polimer
Obat kanker (pengimisi alfa)
Halogen
F
Cl
Br
l
Freon, teflon, pasta gigi
Pemutih, penjernih air, bahan peledak
Anti-nocking, obat penenang
Disenfektan antiseptik
Gas Mulia
He
Ne
Ar
Kr
Xe
Rn
Balon udara, pendingin, atmosfer inert
Lampu neon, lampu reklame, pedingin
Bola lampu listrik, pengelasan,
Lampu listrik
Lampu listrik
Obat kanker



Produk yang mengandung Produk transisi
Unsur
Produk
Skandium
Titanium
Fanadium
Kromium
Mangan
Besi, kobalt dan nikel
Tembaga
Seng
Senyawa Sc(OH)3, Na3ScF6
Senyawa TiCl4
Senyawa V2O5
Senyawa Na2Cr2O7
Senyawa KMnO4
Bentuk campuran (besi dalam produk baja)
Senyawa CuSO4,CuCl2
Logam paduan (peralatan rumah tangga)







BAB II
SIFAT UNSUR

A.       Sifat-sifat Unsur Utama
Unsur Kimia dapat dikelompokkan berdasar kesamaan sifat. Sifat unsur dalam periode atau golongan merupakan fungsi dari nomor atom, atau konfigurasi elektron penyusunnya.
Kesamaan sifat unsur berdasarkan konfigurasi elektron tercermin dalam kesamaan golongan (valensi) ataupun periode (jumlah kulit) dalam tabel periodik unsur modern.

1.      Logam  Alkali
Logam alkali termasuk dalam unsur-unsur golongan IA (kecuali hidrogen).
a.       Sifat-sifat Fisis Alkali
Tabel Sifat Fisis alakali
Sifat Fisis
Li
Na
K
Rb
Cs
Titik didih (0C)
Titik leleh (0C)
Energi Ionisasi (Kj/mol)
Jari-jari ion (A)
Konfigurasi elektron
Keelektronegatifan
Kerapatan (g/cm3)
1.342
180,5
502,2
0,60
2.1
1,0
0,534
883
97,7
495,8
0,95
2.8.1
0,9
0,971
759
63,3
418,8
1,33
2.8.8.1
0,8
0,862
688
39,3
403
1,48
2.8.18.8.1
0,8
1,532
671
28,4
375,7
1,69
2.8.18.18.1
0,7
1,873






Dapat dilihat sebagai logam, golongan alkali tanah mempunyai sifat yang tidak biasa yaitu titik lelehnya yang relatif rendah, rapatannya yang relatif rendah dan kelunakannya. Semua unsur logam alkali ini dapat dengan mudah diubah bentuknya dengan memencetnya diantara jempol dan jari telunjuk (dengan melindungi kulit baik-baik).
Unsur – unsur pada golongan ini mempunyai energi Ionisasi dan keelektronegatifan rata-rata yang paling rendah. Hal ini dikarenakan ukuran atom dan jarak yang relatif besar antara elektron terluar dan ini.

b.      Sifat-sifat Kimia Alkali
Unsur
Li
Na
K
Rb dan Cs
Dengan udara
Perlahan-lahan terjadi Li2O
Cepat terjadi Na2O dan Na2O2
Cepat terjadi K2O
Terbakar terbentuk Rb2O dan CS2O
Dengan air 2L + 2H2O        2 LOH + H2(q)


(makin hebat reaksinya sesuai arah panah)
Dengan asam kuat 2L+2H+                  2L+ + H2(q)
Dengan Halogen 2L + X2          2 LH
Warna nyala api
Merah
Kuning
Ungu
Merah dan biru
Garam atau basa yang sukar larut dalam air
CO32- OH- dan PO43

Clo4- dan [Co(No2)6]

v   Kegunaan Logam Alkali
a.      Kegunaan Litium (Li)
-         Dalam bentuk logam digunakan sebagai zat penghilang oksigen dan untuk menghilangkan gas-gas yang tidak diperlukan dalam pengolahan logam tertentu.
-         Dalam bentuk upa digunakan untuk mencegah karbon dioksida dan oksigen dari pembentukan kerak pada dapur pemanasan dalam pengolahan baja.
-         Dalam bentuk senyawa hidroksianya digunakan untuk mengikat karbon dioksida pada sistem ventilator pesawat dan kapal selam.
-         Dalam bentuk senyawa hidridanya untuk memompa sekoci (kapal penolong)
-         Litium karbonat digunakan dalam pengobatan depresi
-         Digunakan dalam pembuatan bom hidrogen.

b.      Kegunaan Natrium (Na)
-         Digunakan dalam pembuatan tetraethyl lead (TEL) dan sebagai pendingin reaktor nuklir.
-         Dalam bentuk natrium klorida (garam dapur) banyak digunakan sebagai bumbu.
-         Dalam bentuk natrium karbonat (soda cuci) digunakan sebagai pembersih.
-         Dalam bentuk natrium bikarbonat (soda kue) digunaka sebagai zat pengembang.
-         Antasid (obat magh) dalam minuman bersoda, dan pemadam api.
-         Dalam bentuk natrium hidroksida (soda kustik atau soda api) digunakan dalam pembuatan sabun, rayon dan kertas, dalam penyulingan minyak, serta dalam industri testil dan karet.
-         Dalam bentuk natrium tetraborat (borax) digunakan sebagai pemberih, penghilang kesadahan air, dan zat pengawet.
-         Dalam bentuk natrium fluorida digunakan sebagai antiseptik, racun tikus dan kecoa dan juga digunakan dalam pembuatan kramik.
-         Dalam bentuk natrium nitrat (sendawa chili) digunakan sebagai pupuk.
-         Dalam bentuk natrium peroksida digunakan sebagai pemutih &  oksidator.
-         Dalam bentuk natrium tiosulfat digunakan dalam fotografi.

c.       Kegunaan Kalium
-         Digunakan dalam sel fotolistrik
-         Dalam bentuk kalium bromida (KBr) digunakan dalam fotografi, ukiran, litografi, dan dalam bidang kedokteran sebagai obat penenang.
-         Dalam bentuk kalium kromat dan kalium bikromat digunakan sebagai oksidator dalam imdustri korek api dan petasan dalam penclupan tekstil, serta dalam penyamakan kulit.
-         Dalam bentuk kalium iodida digunakan dalam fotografi untuk membuat emulsi gelatin dan dalam bidang kedokteran untuk mengobati rematik dan aktivitas kelenjar tiroid yang berlebih.
-         Dalam bentuk kalium nitrat digunakan dalam korek api, bahan peledak, dan petasan serta dalam pengawetan daging.
-         Dalam bentuk kalium permanganat digunakan sebagai disinfektan dan obat pembunuh kuman penyakit dan sebagai oksidator dalam beberapa rekasi kimia yang penting.
-         Dalam bentuk kalium sulfat digunakan sebagai pupuk dan juga digunakan dalam pembuatan tawas kalium
-         Dalam bentuk kalium hidrogen tartrat digunakan dalam tepung kue dan dalam kedokteran
-         Dalam bentuk kalium karbonat digunakan dalam pembuatan kaca dan sabun
-         Dalam bentuk kalium klorat digunakan sebagai oksidator dan digunakan dalam korek api, petasan, serta bahan peledak. Sebagai disenfektan dan sebagai sumber oksigen.
-         Dalam bentuk kalium klorida digunakan sebagai pupuk kalium dan juga digunakan dalam pembuatan senyawa-senyawa kalium lainnya.
-         Dalam bentuk kalium hidroksida digunakan dalam pembuatan sabun dan merupakan pereaksi kimia yang penting.

d.      Kegunaan Rubidium
-         Digunakan dalam sel fotolistrik dan laju peluruhan radioaktif dan isotop rubidium-87.
-         Digunakan dalam pembuatan umur geologi.
-         Digunakan dalam pembuatan katalis tertentu

e.       Kegunaan Sesium
-         Digunakan dalam tabung hampa tertentu untuk menghilangkan sisa oksigen
-         Dalam permukaan peka cahaya dari katoda sel fotolistrik untuk menghasilkan elektron.
-         Isotop radio aktif sesium -137 digunakan dalam pembangkit energi atom dan dalam penelitian bidang kedokteran dan industri.

2.      Alkali Tanah
a.       Sifat – Sifat Fisis Alkali Tanah
Unsur logam alkali tanah (IIA) ini terdiri dari Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra. Golongan ini mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan golongan IA. Perbedaanya adalah bahwa golongan IIA ini memmpunayi konfigurasi elektron ns2 dan merupakan reduktor yang kuat. Meskipin lebih keras dari golongan IA, tetapi golongan II A ini tetap relatif lunak, perak mengkilat dan mempunyai titik leleh dan kerapatan lebih tinggi :
Berikut tabel fisis alkali tanah :
Sifat Fisis
Be
Mg
Ca
Sr
Ba
Titik didih (0C)
Titik leleh (0C)
Energi Ionisasi (Kj/mol)
Jari-jari ion (A)
Konfigurasi elektron
Keelektronegatifan
Kerapatan (g/cm3)
2.471
1.287
899,4
1,25
2.2
1,5
1,8
1.090
650
737,7
1,45
2.8.2
1,2
1,738
1.484
842
589,8
1,74
2.8.8.2
1,0
1,55
1.382
777
549,5
1,92
2.8.18.8.2
1,0
2,54
1897
727
502,9
1,98
2.8.18.18.8.2
3,51






Unsur – unsur logal alkali tanah agak lebih keras. Kekerasannya berkisar dari barium yang kira-kira sama keras dengan timbal. Sampai barilium yang cukup keras untuk menggores kebanyakna logam lainnya.
Golongan ini mempunyai struktur elektron yang sederhana. Unsur – unsur logam alkali tanah mempunyai 2 elektron yang relatif mudah dilepaskan. Selain energi, ionisasi yang relatif rendah, keelektronegatifan rata-rata golongan ini juga rendah dikarenakan ukuran atomnya dan jarak yang relatif besar ntara elektron terluar dengan inti.

b.      Sifat Kimia Alkali Tanah
Berikut tabel sifat Kimia alkali tanah:
Sifat
Indikator
1.        Reaksi dengan
a.        Udara



b.       Air




c.        Hidrogen

d.       Klor

e.        Asam

Menghasilkan Mo dan M2N2 bila dipanaskan.


Tidak bereaksi




Tidak bereaksi

m + X2       mX2 (garam)

m + 2 + l+      m2+ + H2(q)

Dalam keadaan dingin dapat menghasilkan Mo &  M3N2 dipermukaan.

Bereaksi dengan uap air melibatkan Mo dan H2



m + H2       mH2





Bereaksi dalam keadaan dingin melibatkan m(OH)2 dan H2 makin kekanan makin relatif.

2.        Sifat Oksida
Amfoter
Basa
3.        Kesetabilan penoksida

4.        Kesetabilan
Penoksidanya tidak kenal
Makin stabil sesuai arah panas
5.        Kesetabilan Karbonat
Mengurai pada pemanasan agak tinggi
(suhu pemansan antara 5500C – 1.4000C)







Ø  Pembuatan logam alkali tanah dengan elektrolisis leburan garamnya.
Contoh : CaCl2(l)             Ca2+ (l) + 2Cl-(l)
Katoda : Ca2+ (l) + 2e          Ca(s)
Anoda : 2Cl-               2Cl2(g) + 2e
Total : Ca2+(l) +  2Cl-(l)               Ca(s) + Cl2(g)

Ø  Kesadahan
Air sadah adalah air yang sukar berbuih karena kandungan Ca2+ dan Mg2+ dalam air tinggi. Kesadahan air terutama disebabkan oleh dua jenis garam unsur logam alkali tanah (garam kalsium dan magnesium) antara lain kalsium sulfat, kalsium hidro karbonat, magnesium karbonat, dan magnesium hidrogren karbonat.

Kesadahan dibagi menjadi dua yaitu :
·      Kesadahan Sementara
Yakni kesadahan air yang dihasilkan karena adanya senyawa-senyawa bikarbonat dari kalsium dan magnesium. Kesadahan sementara ini dapat dihilangkan dengan cara mendidihkan air tersebut.

·      Kesadahan Tetap
Kesadahan tetap disebabkan oleh senyawa-senyawa nonkarbonat darim kalsium dan magnesium, tetapi disebabkan oleh garam-garam kedua unsur tersebut. Cara untuk melunakkan kesadahan tetap antara lain dapat dilakukan dengan menambahakan natrium karbonat untuk mengendapkan ion-ion kalsium dan magnesium dalam air sadah tersebut dan filtrasi (penyaringan) melalui ziolit (seperti pemutih) yang menyerap ion-ion logam penghasil kesadahan dan melepaskan ion-ion natrium ke dalam air.

Ø  Keuntungan Air Sadah
o  Mempunyai rasa yang lebih baik dari pada air lunak
o  Relatif aman dari senyawa-senyawa timabal karena senyawa-senyawa tersebut tidak larut dalam air sadah
o  Menyedikan kalsium yang penting untuk pembentukan tulang dan gigi
Ø  Kerugian Air Sadah
o  Dapat membentuk kerak pada ketel, pipa air, dan pipa radiator, sehingga mengurangi panas yang diberikan ketika ketel tersebut digunakan. Kerak ini juga dapat menyumbat aliran air melalui pipa air dan dan pipa radiator.
o  Dapat menimbulakan scum, yaitu lapisan yang sangat tipis pada permukaan cairan yang dapat menggumpalakan sabun, sehingga sabun sukar berbusa. Dengan demikian, air sadah tidak baik untuk mencuci karena dapat memboroskan sabun dan menimbulkan noda pada pakaian.

3.      Halogen
1.      Sifat-sifat Umum  Halogen
a)    Halogen mempunyai elektron valensi tujuh, yang konfigurasi elektron valensinya adalah ns2 np5, sehingga halogen sangat reaktif dan mudah membentuk senyawa-senyawa halida dengan unsur-unsur logam serta ion kompleks, baik dengan unsur-unsur logam mupun nonlogam.
b)   Dalam keadaan bebas, halogen ditemukan dalam bentuk molekul-molekul diatomik.
c)    Energi ionisasi hidrogen relatif tinggi, sehingga halogen sukar melepaskan elektron untuk membentuk ion positif.
d)   Energi yang diperlukan untuk memtuskan ikatan Y-Y atau energi ionisasi dealam satu golongan dari atas ke bawah cendrung mengecil.
e)    Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, titik didih dan titik lebur halogen semakin besar.

f)     Afinitas elektron halogen relatif tinggi, sehingga unsur-unsur tersebut mudah menangkap elektron dan kemudian membentuk ion negatif.


2.      Sifat-sifat Kelimpahan Masing-masing Halogen
a.       Flour
Flour (F) adalah salah satu unsur halogen yang berwujud gas pada keadaan standar, bersifat bukan logam, reaktif, berwarna kuning kehijauan, berbau tidak enak dan menyengat, sedikit lebih berat dibandingkan udara, bersifat racun, dan krosif.

b.      Klor
Klor (Ci) adalah salah satu unsur halogen yang berwujud gas pada keadaan standar, bersifat racun, krosif, berwarna kuning kehijauan, dan sangat reaktif.

c.       Brom
Brom (Br) merupakan salah satu unsur halogen yang berwujud cairan merah hitam atau coklat kemerahan pada suhu standar atau suhu kamar, berbau menyengat, mudah menguap dan bersifat nonlogam.

d.      Iodium
Iodium (I) merupakan salah satu unsur halogen yang bukan logam beracun, berwarna biru-hitam, mengkilat, dan berwujud padat pada suhu kamar.

e.       Astatin
Astatin (At) merupakan salah satu unsur halogen yang bersifat radioaktif dan merupakan unsur terberat dalam terberat dalam deretan unsur halogen.

Unsur Halogen menempati golongan VII A dalam sistem periodik unsur.
a.      Sifat Fisis Halogen

Berikut tabel Unsur-unsur Halogen
Halogen
Flour (F2)
Klor (Cl)
Brom (Br2)
Iodium (l2)
Molekul senyawa
Diatom
Wujud zat (suhu kamar)
gas
gas
cair
Padat
Warna gas/uap
Kuning muda
Kuning hijau
Coklat merah
ungu
Pelarutannya (organik)
CCl4, CS2
Warna larutan
Tak berwarna
Tak berbisa
Coklat
Ungu
Kelarutan oksidator

 

                        Makin besar sesuai arah panah
Kereaktifan terhadap H2
Reaksi eliminasi pada reaksi halogenia
Y2 + 2AX                2AY + Y2
X=Cl, Br dan l                 X=Br dan l                   X=l                   X= -
Reaksi dengan logam
2M + nX2            MXn (n= valensi logam tertinggi)
Reaksi dengan basa kuat (dingin)
X2 + 2MOH               MX + MXO + H2O (auto redoks)
Reaksi dengan basa kuat (panas)
3X2 + 6MOH                  5MX + MXO3 + 3H2O
Pembentukan asam oksi
Membentuk asam oksi kecuali F

b.      Sifat Kimia
Ø  Kereaktifan halogen
Kereaktifan halogen didasarkan pada kemampuannya menyerap elektron membentuk ion negatif. Makin negatif nilai avinitas elektron makin besar kecendrungan atom unsur untuk menyerap elektron.
Keelektronegatifan menyatak kecendrungan relatif suatu unsur untuk menarik elektron kepihaknya dalam satu ikatan Kimia.

Ø  Reaksi-reaksi halogen
·      Reaksi halogen dengan logam
·      Reaksi halogen dengan hidrogen
·      Reaksi halogen dengan non logam dan metaloid tertentu
·      Reaksi halogen dengan hidrokarbon
·      Reaksi halogen dengan basa
·      Reaksi halogen antarhalogen

Ø  Daya oksidasi halogen
Daya oksidasi halogen menurun dari fluorin ke iodin, sedangakan daya reduksi ion halida bertambah dari atas kebawah.

Ø  Reaksi pendesakan antar halogen

4.      Gas Mulia
Gas mulia terdapat pada golongan VIII A.
Ciri-ciri gas mulia :
·        Gas mulia terbanyak di atmosfer adalah argon
·        Radon adalah gas mulia yang bersifat radio aktif
·        Gas mulia diperoleh melalui destilasi udara cair.

1.      Sifat-sifat umum gas mulia :
ü  Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air
ü  Mempunyai elekton valensi 8, dan khusus untuk helium elektron valensinya 2.
ü  Gas mulia bersifat sangat stabil dan inert.
ü  Terdapat bebas di dalam dan molekul-molekulnya terdiri atas satu atom (monoatom)
ü  Memiliki titik leleh, titik didih dan kalor penguapan yang rendah
ü  Energi ionisasi besar dan keelektronegatifan nol.
ü  Unsur-unsur gas mulia mempunyai energi ionisasi yang tinggi, sehingga sukar melepaskan elektron dan membentuk ion positif. Dari He ke Rn, energi ionisasi gas mulia semakin kecil.
ü  Selain radon, unsur-unsur gas mulia terdapat diudara dalam bentuk gas monotomik.
ü  Semakin panjang jari-jari atom gas mulia, semakin mudah molekul gas mulia tersebut membentuk dipol sesaat, sehingga semakin kuat gaya van der Waals dalam molekul tersebut.

2.      Sifat-sifat dan Kelimpahan Masing-masing Gas Mulia
a.      Helium
Helium (He) merupakan salah satu gas mulia yang tidak mudah terbakar, sukar bereaksi (inert), tidak berwarna, dan tidak berbau.
Ciri-cirinya:
o  Ditemukan oleh Pierre Jansen pada tahun 1868
o  Mempunyai massa atom 4,00260 sma
o  Mempunyai nomor atom 2
o  Mempunyai konfigurasi elektron 2 atau 1s2
o  Mempunyai volume atom 32,80 cm3/mol
o  Mempunayi struktur kristal heksagonal
o  Mempunyai titi didih -268,90C
o  Mempunyai titik lebur -272,20C pada tekanan 26 atm
o  Mempunyai massa jenis 0,1785 g/cm3
o  Mempunyai kapasitas panas 5,193 J/g K
o  Mempunayi energi ionisasi 2.379 kJ/mol
o  Mempunyai konduktivitas kalor 0,152 W/m K
o  Mempunyai harga entalpi pembentukan 0,021 kJ/mol
o  Mempunyai harga entalpi penguapan 0,084 kj/mol
b.      Neon
Neon (Ne) merupakan salah satu gas mulia yang tidak berwarna, tidak berbau, bersifat reaktif (inert), dan terwujud gas pada suhu kamar.

Ciri-cirinya:
o  Ditemukan oleh William Ramsay dan Morris Travers pada tahun 1898
o  Mempunyai massa atom 20,1797 sma
o  Mempunyai nomor atom 10
o  Mempunyai jari-jari atom 0,51 A
o  Mempunyai konfigurasi elektron 2 8 atau 1s2 2s2 2p6
o  Mempunyai volume atom 16,90 cm3/mol
o  Mempunayi struktur kristal fcc (face centered cubic)
o  Mempunyai titi didih -246,080C
o  Mempunyai titik lebur -248,590C
o  Mempunyai massa jenis 0,900 g/cm3
o  Mempunyai kapasitas panas 1,030 J/g K
o  Mempunayi energi ionisasi 2.087 kJ/mol
o  Mempunyai konduktivitas kalor 0,0493 W/m K
o  Mempunyai harga entalpi pembentukan 0,34 kJ/mol
o  Mempunyai harga entalpi penguapan 1,77 kj/mol


c.       Argon
Argon (Ar) merupakan salah satu unsur gas mulia yang tidak reaktif (inert) dan pada suhu kamar berbentuk gas yang terdiri atas molekul-molekul monoatomik dan tidak berwarna serta tidak berbau.

Ciri-cirinya :
o  Ditemukan oleh Jhon Rayleigh dan William Ramsay pada tahun 1894
o  Mempunyai nomor atom 18
o  Mempunyai massa atom 39,948 sma
o  Mempunyai konfigurasi elektron 2 8 8 atau 1s2 2s2 2p63s2 3p6
o  Mempunyai volume atom 24,2 cm3/mol
o  Mempunyai jari-jari atom 0,88 A
o  Mempunayi struktur kristal fcc (face centered cubic)
o  Mempunyai titi didih -185,860C
o  Mempunyai titik lebur -189,30C
o  Mempunyai massa jenis 1,784 g/cm3
o  Mempunyai kapasitas panas 0,520 J/g K
o  Mempunayi energi ionisasi 1.527 kJ/mol
o  Mempunyai konduktivitas kalor 0,0177 W/m K
o  Mempunyai harga entalpi pembentukan 1,188 kJ/mol
o  Mempunyai harga entalpi penguapan 6,506 kj/mol

d.      Kripton
Kripton merupakan salah satu gas mulia yang tidak berwarna, tidak berbau dan berwujud gas pada suhu kamar.
Ciri-cirinya:
o  Ditemukan oleh Morris Travers dan William Ramsay pada tahun 1898
o  Mempunyai nomor atom 36
o  Mempunyai massa atom 83,80 sma
o  Mempunyai konfigurasi elektron 2 8 18 8 / 1s2 2s2 2p63s2 3p6 4s2 3d104p6
o  Dalam senyawanya mempunyai bilangan oksidasi ) dan +2
o  Mempunyai volume atom 32,2 cm3/mol
o  Mempunyai jari-jari atom 1,03 A
o  Mempunayi struktur kristal fcc (face centered cubic)
o  Mempunyai titi didih -153,20C
o  Mempunyai titik lebur -157,40C
o  Mempunyai massa jenis 3,75 g/cm3
o  Mempunyai kapasitas panas 0,248 J/g K
o  Mempunayi energi ionisasi 1.3757 kJ/mol
o  Mempunyai konduktivitas kalor 0,00949 W/m K
o  Mempunyai harga entalpi pembentukan 1,638 kJ/mol
o  Mempunyai harga entalpi penguapan 9,029 kj/mol


e.       Xenon
Xenon (Xe) merupakan salah satu unsur gas mulia yang relatif sukar bereaksi, tidak berwarna, tidak berbau, dan berwujud gas pada suhu kamar.
Ciri-cirinya:
o  Ditemukan oleh Morris Travers dan William Ramsay pada tahun 1898
o  Mempunyai nomor atom 54
o  Mempunyai massa atom 131,29 sma
o  Mempunyai konfigurasi elektron 2 8 18 18 8 / 1s2 2s2 2p63s2 3p64s2 3d104p64p64d105p6
o  Dalam senyawanya mempunyai bilangan oksidasi 0, +2, +4, +6
o  Mempunyai volume atom 42,9 cm3/mol
o  Mempunyai jari-jari atom 1,24 A
o  Mempunayi struktur kristal fcc (face centered cubic)
o  Mempunyai titi didih -108,10C
o  Mempunyai titik lebur -111,80C
o  Mempunyai massa jenis 5,90 g/cm3
o  Mempunyai kapasitas panas 0,158 J/g K
o  Mempunayi energi ionisasi 1.177 kJ/mol
o  Mempunyai konduktivitas kalor 0,00569 W/m K
o  Mempunyai harga entalpi pembentukan 2,30 kJ/mol
o  Mempunyai harga entalpi penguapan 12,64 kj/mol
o  Mempunyai elektronegativas 2,6
f.        Radon
Radon (Re) merupakan salah satu unsur gas mulia yang bersifat radioaktif, tidak berwarna, tidak berbau, dan berwujud gas pada suhu kamar.

Ciri-cirinya:
o  Ditemukan oleh Friedrich dorn pada tahun 1900
o  Mempunyai nomor atom 86
o  Mempunyai massa atom (222) sma
o  Mempunyai konfigurasi elektron 2 8 18 32 18 8
o  Dalam senyawanya mempunyai bilangan oksidasi 0, dan +2,
o  Mempunyai volume atom 50,5 cm3/mol
o  Mempunyai jari-jari atom 1,34 A
o  Mempunayi struktur kristal fcc (face centered cubic)
o  Mempunyai titi didih -620C
o  Mempunyai titik lebur -710C
o  Mempunyai massa jenis 9,73 g/cm3
o  Mempunyai kapasitas panas 0,094 J/g K
o  Mempunayi energi ionisasi 1.043 kJ/mol
o  Mempunyai konduktivitas kalor 0,00364 W/m K
o  Mempunyai harga entalpi pembentukan 2,9 kJ/mol
o  Mempunyai harga entalpi penguapan 16,40 kj/mol


a)      Sifat – sifat Fisis
Sifat
He
Ne
Ar
Kr
Xe
Rn
Nomor atom
Masa atom relatif
Titik didih (0C)
Titik leleh (0C)
Jari-jari atom (A)
Energi ionisasi (kJ/mol)
Afinitas elektron (kJ/mol)
2
4,001
-267
-272
0,32
2.639
48
10
20,18
-246
-249
0,69
2.079
-120
18
39,95
-186
-189
0,97
1.519
-96
36
83,80
-152
-157
1,10
1.349
-96
54
131,30
-107
-112
1,30
1.169
-77
86
(222)
-62
-71
1,45
1.042
-


b)      Sifat – sifat Kimia
Gas mulia sukar bereaksi dengan atom lain karena kreaktifan gas mulia sangat rendah. Makin besar nomor atom gas mulia, makin besar jari – jari atomnya dan miakin besar kereaktifannya.





5.      Unsur – unsur Periode Ketiga
a.       Sifat – sifat Fisis

Tabel Sifat Fisis unsur – Unsur Periode Ketiga
Sifat
Na
Mg
Al
Si
P
S
Cl
Ar
Nomor atom
Masa atom relatif
Konfigurasi elektron
Energi ionisasi (kJ/mol
Titik cair (C)
Titik didih (C)
Tingkat Oksidasi tinggi
Afinitas elektron (kJ/mol)
Keelektronegatifan
11
22,99
2.8.1
496
97,8
883
+1
-53
0.9
12
24,31
2.8.2
738
649
1.090
+2
230
1,2
13
26,98
2.8.3
578
660
2.467
+3
-44
1.5
14
28,09
2.8.4
786
1.410
2.680
+4
-134
1,8
15
30,97
2.8.5
1.012
44
280
+5
-72
2,1
16
32,06
2.8.6
1.000
113
445
+6
-200
2,1
17
35,45
2.8.7
1251
-101
-35
+7
-349
3,0
18
39,95
2.8.8
1527
-184,2
-185,7
-
35
-

b.      Sifat-sifat Kimia
Ø  Sifat Logam dan Nonlogam
Na, Mg, dan Al larut dalam asam membentuk kation tunggal Na+, Mg+ dan Al+.
2Na(s) + 2H+(aq)                  2Na+(aq) + H2(g)
Silikon tergolong metaloid membentuk jaring tiga dimensi (struktur kovalen raksasa). P, S, Cl merupakan nonlogam yang mampu ion negatif.

Ø  Sifat Pereduksi dan Pengoksidasi
Berdasarkan harga beda potensial elektrode unsur periode ketiga didapatkan bahwa dari Na ke Cl daya pereduksi berkurang, sedangkan daya pengoksidasi bertambah.

Ø  Sifat Asam Basa
Dari Na ke Cl energi ionisasi bertambah, sehingga sifat basa berkurang dan sifat asam bertambah.



B.       Sifat Unsur Transisi Pada Periode Keempat
Unsur-unsur periode keempat yaitu meliputi : kalium, kalsium, skandium, titanium, vanadium, krom, mangan, besi, kobalt, nikel, tembaga, dan seng.
a.       Skandium
Skandium merupakan salah satu unsur langka (jarang). Unsur ini biasanya terdapat dalam beberapa mineral, seperti wolfarmit dan biasanya membentuk garam-garam trivalen tak berwarna. Skadium biasanya digunakan dalam alat pelacak, yaitu amunisi yang telah diatur untuk bertindak sebagai peluru pelacak.

b.      Titanium
Titanium merupakan unsur logam yang kuat, ringan, tahan karat, dan berwarna perak. Titanium kira-kira menempati urutan kesembilan dalam kelimpahannya di antar unsur-unsur di kerak bumi.

c.       Vanadium
Yaitu merupakan unsur logam berwarna putih perak dan bersifat racun. Vanadium mempato urutan ke-19 di kerak bumi. Mempunyai beberpa keistimewaan anatar lain : keras, kuat, dan tahan karat.

d.      Kron
Yaitu merupakan unsur logam keras yang berwarna putih kebiruan atau abu-abu. Sumber utama krom adalah kromit, yaitu bijih mineral berwarna hitam kecoklatan yang mengandung oksida besi dan karbon.

e.       Mangan
Yaitu berwarna putih kemerahan atau keabu-abuan, bersifat bersifat rapuh, dan reaktif. Menempati urutan ke-12 dari kerak bumi. Mangan terdapat dalam beberapa sumber, terutama dalam bentuk mineral, seperti pirolusit, rhodokkrosit, psilomelane, dan manganit.

f.        Besi
Yitu berwarna perak putih mengkilat, mudah ditempa, mudah diubah bentuk, dan bersifat magnet. Menempati urutan ke -4 dari kerak bumi.

g.       Kobalt
Yaitu berwarna putih nperak, bersifat magnet, dan rapuh.

h.       Nikel
Yaitu bersifat tahan lama, berwarna putih perak, keras, dan dapat ditempa. Menempati urutan ke -22 dari kerak bumi.

i.         Tembaga
Yaitu berwarna merah kecoklatan mengkilat, dapat ditempa, dan merupakan konduktor listrik yang baik.

j.        Seng
Yaitu berwarna putih kebiruan, mengkilat, mudah bereaksi dengan oksigen, dan dapat menghantarkan listrik dengan baik.








Unsur-unsur transisi dapat dijumpai mulai periode keempat.
1.      Sifat-sifat Fisis
Sifat
Sc
Ti
V
Cr
Mn
Fe
Co
Ni
Cu
Zn
Nomor atom
Massa atm relatif
Jari-jari atom (A)
Titik didih (0C)
Titik leleh (0C)
Rapatan (g/cm3)
Energi ionisasi (kJ/mol)
Keelektronegatifan
21
44,96
1,44
2.831
1.541
3,0
631
1,3
22
47,90
1,32
3.287
1.660
4,5
658
1,5
23
50,94
1,22
3.380
1.890
6,0
650
1,6
24
51,99
1,18
2.672
1.890
6,0
650
1,6
25
54,94
1,17
1.962
1.244
7,2
717
1,5
26
55,85
1,17
2.750
1.535
7,9
759
1,5
27
58,93
1,16
2.870
1.495
8,9
758
1,8
28
58,71
1,15
2.723
1.453
8,9
737
1,8
29
63,54
1,17
2.567
1.0883
8,9
745
1,9
30
65,38
1,25
904
420
7,1
906
1,6



2.      Sifat – sifat Kimia
a.       Sifat Logam
Semua unsur transisi merupakan logam dengan bentuk struktur kubus berpusat muka, struktur heksagonal terjejal, dan kubus berpusat badan.
b.      Membentuk Ion Kompleks
Semua unsur transis periode keempat dapat membentuk ion kompleks.
c.       Sebagai Katlis
Ni mampu berperan sebagai katalis heterogen dengan senyawa gas lainnya.
d.      Warna ion Transisi
Unsur-unsur transisi periode keempat pada umumnya mempunyai senyawa berwarna dalam bentuk padat maupun larutan. Warna senyawa tersebut disebabkan adanya sub kulit D yang tidak terisi penuh. Unsur transisi yang sub kulit d kosong dan terisi penuh tidak mempunyai warna.

















BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


a.        Kesimpulan
Bahwa unsur di alam dibedakan menjadi 2 yaitu unsur utama dan unsur transisi, yang termasuk kedalam unsur utama adalah golongan alkali (I A), golongan alkali tanah (IIA), Golongan Boron (III A), Golongan Karbon (IV A), Nitrogen (V A), Golongan Oksigen (VI A), Golongan Halogen (VII A), serta golongan gas mulia dan setiap golongan menghasilkan beberapa produk misalnya alkali (Li) menghasilkan alise dan lain-lain. Setiap golongan masing-masing mempunyai sifat fisis dan sifat kimia, selain itu juga setiap golongan mempunyai sifat-sifat umum.

b.        Saran
Agar lebih mengerti tentang pembagian golongan ini Kita perlu membaca dan memahami apa yang Kita baca. Sebelum itu bacalah materi yang akan dipelajari dan pada saat pelajaran berlangsung, Kita akan lebih memahami karaena Kita telah belajar dari pada teman-teman yang belum sempat membaca.
Serta kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa penulis harapkan.






















DAFTAR PUSTAKA


Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Standar Isi 2006, Mata Pelajaran Kimia SMA/MA.  
Jakarta: Pusat Kurikulum.
H. A. M, Mulyono. 2008. Kamus Kimia. Jakarta: Bumi Aksara.
Haryanto. 2010. Terampil Menyelesaikan Perhitungan Kimia SMA/MA. Jogjakarta: Andi.
Kuswati, T. M., dkk. 2007. Sains Kimia3. Jakarta: Bumi Aksara.
Lianawati, Luncia dan Ketut Lasmi. 2006. Bimbingan Pemantapan Kimia untuk SMA/MA.
            Cetakan VI Bandung: Yrama Widya.
Nahadi. 2008. Belajar Mudah Kimia. Bandung: Pustaka Setia.
Parning dan Horale. 2005. Kimia 3A sma kelas XII. Jakarta: Yudistira.
Purba, Michael. 2004. Kimia 3 untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
______. 2007. Kimia 3 untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Santoso, Anwar. 2008. Rumus Lengkap kimia SMA. Cetakan Kedua. Jakrta. Wahyu Media.
Soedjono. 2004. Evaluasi Mandiri Kimia SMA untuk Kelas XII. Jilid III. Jakarta: Erlangga.
Sukarjo. 2007. Sains Kimia Kelas XII. Jakarta: Sinar Grafika.
Sunardi. 2007. 116 unsur Kimia. Bandung: Yrama Media.
Sunaryan, Yahya. 2010. Kimia Dasar 1. Bandung: Yrama Widya.
Suyatno, dkk. 2007. Kimia Untuk SMA/MA kelas XII. Jakarta: Grasindo.
Tim penulis Kimia. 2003. Kimia untuk kelas 2. Cetakan Kedua. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kimia berbasis pendidikan karakter bangsa untuk kelas XII. sewu







0 komentar: